Kamis, 17 April 2014

Jessica, The Ice Princess (Fan Fiction)



Jessica, The Ice Princess
       
Dinginnya udara pagi kota Seoul tidak menghalangi aktifitas Jessica hari ini. Dari rumah mewah pribadinya di Gangnam ia bersiap untuk berangkat kesalah satu kantor majalah fashion ternama Elle Magazine. Hari ini Jessica memang sedang ada jadwal meeting dikantor majalah mode ternama itu. Kebetulan aktifitas bersama grupnya yaitu Girls Generation sedang tidak terlalu padat. Para personel Girls Generation saat ini memang tengah disibukan dengan aktifitas individu masing-masing membernya tak terkecuali Jessica.
         Tepat pukul delapan pagi, Jessica yang mengendarai BMW 320i[1] putih miliknya tiba dikantor pusat Elle Magazine Korea. Sebagai personil salah satu girlband papan atas kedatangannya tentu menjadi pusat perhatian. Bahkan tak sedikit fans yang sengaja datang kesana hanya untuk melihat kedatangan Jessica.
“ Anyeonghaseyo Sica unnie...”. Sapa salah satu fans sambil memotret idolanya itu. Penampilan Jessica dengan kemeja modis warna pink polos dan bawahan skinny jeans hitam membuatnya terlihat simple tapi elegant. High heals yang menghiasi kaki jejangnya pun membuat ia semakin proporsional. Siapa pun pria yang melihatnya pasti akan berdecak kagum.
“ Anyeonghaseyo...hai...”. Balas Jessica sambil tersenyum kearah fansnya sebelum masuk kedalam gedung.
            Gadis cantik blasteran Korea-Amerika bermarga Jung itu memang merupakan salah satu idola Korea paling stylist dan fashionable. Itulah mengapa Jessica banyak menjadi icon fashion majalah-majalah mode berkelas dunia seperti Elle, Star1, CeCi, Dazed, Coming Step, High Cut, dan banyak lagi.
***
         Jessica adalah anak pertama dari dua bersaudara. Ia memiliki seorang adik perempuan bernama Krystal yang juga tak kalah cantik dengan dirinya. Krystal juga merupakan seorang idol dan bernaung dibawah agensi yang sama dengan dirinya yaitu SM Entertainment. Hanya saja keduanya berada digrup yang berbeda. Jessica debut lebih dulu bersama Girls Generation. Sedangkan Krystal bersama dengan grup f(x) debut dua tahun setelahnya. Di Korea, keduanya merupakan pasangan idola kakak beradik paling populer.
          Jessica lahir di San Fransisco California Amerika Serikat 18 April 1989. Di negeri Paman Sam itulah ia dibesarkan. Namun pada usia 11 tahun ia bersama keluarganya pindah ke Korea. Hal itu berkaitan dengan keikut sertaan dirinya sebagai trainee[2]  disalah satu agensi besar Korea SM Entertainment. Beruntung keluarga Jessica sangat mendukung cita-cita putrinya itu.
         Tahun 2000 Jessica resmi menjadi trainee di SM Entertainment. Sejak itulah hari-harinya diluar sekolah formal disibukan dengan latihan berbagai macam talent. Mulai dari les vocal, dance, acting, modeling, broadcasting, bahasa asing, dan budaya berbagai negara. Ia menjalani semua pelatihan itu selama 7 tahun lebih. Baru pada tahun 2007 dirinya debut sebagai salah satu dari sembilan member Girls Generation.
                Begitu panjang perjuangan karir Jessica. Karena diantara sembilan rekannya, hanya dirinyalah yang menjalani masa pelatihan paling lama. Setelah debut pun, bukan berarti perjuangannya selesai. Justru ketika debut itulah perjuangan yang sesungguhnya baru dimulai         Salah satu hal berat yang dialami Jessica diawal karirnya bersama Girls Generation adalah jadwal perform dan latihan yang sangat padat. Latar belakang keluarga yang notabene orang berada membuat Jessica terbiasa dengan hal-hal yang serba mudah. Pelatihan bertahun-tahun pun ternyata belum sepenuhnya merubah kebiasaan princess-nya. Salah satunya adalah malas bangun pagi. Ya, Jessica merupakan member yang paling susah bangun pagi. Padahal jadwal aktifitasnya bersama Girls Generatioan sangat padat dan bergelut dengan waktu.
          Selain susah bangun pagi, Jessica juga memiliki kebiasaan tidur. Kerap kali disela-sela istirahat ketika syuting atau perform ia selalu menghabiskannya untuk tidur. Bahkan jika disuruh memilih antara makan dan tidur, ia pasti lebih memilih tidur. Pernah suatu ketika Jessica membuat panik manager grup dan rekan-rekannya hanya gara-gara kebiasaan uniknya itu.
“ Mana Jessica?”. Tanya Taeyeon pada rekannya yang lain. Saat itu semua member sudah siap untuk berangkat menjalani aktifitas rekaman terkecuali.
“ Oh iya, mana Sica?”. Ucap member lain begitu menyadari kalau Jessica belum ada diantara mereka. Akhirnya, salah satu member yaitu Yuri memutuskan kembali ke asrama untuk mencarinya. Tapi sesampainya didalam asrama Yuri tidak mendapati Jessica. Bahkan kamarnya pun kosong. Ia pun bingung dan langsung menghubungi rekannya yang lain. Alhasil semua member kembali masuk kedalam asrama untuk mencari Jessica. Setelah beberapa saat mencari, ternyata ia justru ditemukan sedang tertidur didalam bathtube sambil memegang sikat gigi. Sejak itulah ia dijuluki sleeping beauty oleh rekan-rekannya.
          Julukan lain yang juga populer didiri Jessica selain sleeping beauty adalah the ice princess. Hal itu dikarenakan ekspresi Jessica yang kerap terlihat dingin. Diantara yang lain ia memang merupakan member dengan selera humor terendah. Bahkan ketika menjadi bintang tamu acara-acara talk show Jessica kerap kali telat merespon candaan-candaan lucu dari host.
       Namun walaupun dijuluki ice princess,  pada kenyataanya Jessica merupakan pribadi yang hangat. Hal itu terbukti dengan banyaknya relasi dari kalangan selebritas yang ia kenal. Salah satu selebritis besar Korea yang ia kenal sangat dekat adalah Park Min Young[3]. Bahkan Min Young pernah mengatakan disebuah acara variety show, kalau Jessica sebenarnya adalah gadis dengan pribadi yang sangat hangat dan pure.
Jessica dan Park Min Young memiliki hubungan yang sangat dekat. Bahkan sang artis menganggap Jessica adalah adiknya. Begitupun Jessica, ia menganggap Min Young adalah sunbae[4] dan juga sebagai unnie[5]-nya. Park Min Young juga sering menjadi tempat curhat bagi Jessica dikala sedang mengalami beban pikiran. Misalnya saja ketika Jessica sedang diterpa gosip-gosip yang tidak mengenakan seperti rumor operasi plastiklah atau gosip dengan idol-idol pria. Berita-berita yang tidak jelas kebenarannya itu tentu membuat pikiran Jessica terbebani. Disaat itulah ia sangat membutuhkan nasihat dari Park Min Young.
“ Unnie, stuff like this came up. I feel horrible and it’s not even true[6]”. Kalimat curhat seperti itu kerap diutarakan Jessica kepada Park Min Young. Jika sudah begitu tentu sang unnie akan menguatkannya. Biasanya, nasihat pertama yang dikatakan Min Young pada Jessica adalah untuk tidak terlalu memperhatikan berita miring itu.  
***
              Lain dulu lain sekarang, Jessica kini bukanlah lagi sleeping beauty yang memiliki kebiasaan tidur dimana saja. Ia juga kini dikenal sebagai salah satu memberi yang hangat dan juga humoris. Ice Princess adalah sebagai julukannya karena memang ia memiliki kecantikan layaknya seorang princess. Selain itu ia juga merupakan seorang kakak yang baik. Walaupun ia sendiri belum mengakui hal tersebut. Namun yang pasti dimata adiknya ia adalah seorang panutan.
Good morning Jes, how are u today?”. Sapa Managing Editor Elle Magazine Korea Nam Yoonhe begitu ia memasuki ruang office Elle.
Good morning Mrs. Yoonhe, i’m fine thankyou”. Balas Jessica sambil menjabat tangan Manager Editor Elle itu. Popularitas Jessica yang juga dikenal sebagai seorang model membuatnya banyak dikenal oleh kalangan dunia fashion termasuk tentunya petinggi Elle.
           Jessica diundang khusus oleh Elle untuk membahas edisi terbaru Elle Magazine untuk musim panas nanti. Kebetulan Jessica ditawari sebagai model utamanya. Dipertemuan itu Jessica dan staff profesional Elle mendiskusikan berbagai macam konsep terkait edisi terbaru tersebut.
“ Bagaimana jika edisi nanti Jessica ditemani oleh adiknya Krystal?”. Salah seorang staff kemudian memberikan saran.
“ Sepertinya itu ide yang bagus. Bagaimana menurutmu Jess?”. Tanya Mrs. Yoonhe yang sepertinya tertarik dengan ide dari salah satu staf itu.
“ Aku pikir itu sangat menyenangkan”. Jawab Jessica yang juga tertarik.
              Jessica memang selalu excited jika tampil bersama dengan Krystal. Karena dengan begitu ia bisa melihat betapa adik tercintanya itu sudah tumbuh sangat pesat dan itu membuatnya bangga. Krystal memang sudah berkerja keras selama ini dan Jessica sangat tau itu.
                Ding..
             Sebuah pesan masuk diaccount kakao talk Jessica. Sebuah pesan singkat dari Krystal, “unnie aku akan goodbye stage hari ini diMusic Bank. Aku sangat senang karena album baruku bersama f(x) disambut baik. Makasih unnie selalu mendukung dan membimbingku”. Jessica tersenyum bahagia membaca pesan dari adiknya itu. Ia pun kemudian membalas, “unnie selalu bangga padamu”.
              Setelah selesai dengan kegiatan dikantor majalah Elle Jessica langsung menuju gedung KBS untuk menemui adiknya. Ia ingin memberikan ucapan selamat kepadanya yang telah menyelesaikan kegiatan comeback stage[7] dengan sukses. Namun ia sengaja tidak memberi tahu Krystal terlebih dahulu.
              Sementara itu distudio KBS Music Bank Krystal bersama dengan grupnya f(x) bersiap untuk perform goodbye stage[8]. Ia tidak mengetahui kalau Jessica sudah berada diantara kursi penonton untuk menyaksikan penampilannya. Setelah selesai perform, semua member f(x) saling berpelukan satu sama lain karena telah sukses dengan rangkaian comeback stage mereka. Lalu, Jessica pun kemudian menghampiri adiknya itu.
Unnie?!”. Krystal yang kaget dengan kehadiran Jessica langsung tersenyum bahagia. Ia pun lalu memeluk kakak tercintanya itu.
“ Kenapa tidak memberitahuku kalau unnie mau datanga?”. Tanya Krystal. Ia masih memegang erat tangan kakaknya itu.
Miyanhae[9], kakak cuma ingin memberikan kejutan sekaligus ucapan selamat untuk kamu”.
Gomawo unnie[10]”.
         Kedekatan Jessica dengan Krystal menjadi perhatian media yang saat itu berada diantara mereka. Kebanyakan dari mereka kagum dengan kedekatan antara Jung bersaudara itu. Sehingga Jessica dan Krystal pun kemudian menjadi objek wawancara mereka.
“ Unnie, sekali lagi makasih banyak untuk kejutannya hari ini”. Ucap Krystal begitu keduanya sudah berada didalam mobil.
“ Iya..., sudah seharunya juga kakak mendukung kamu. Dan yang terpenting kakak sangat bangga sama kamu”.
“ Aku juga bangga sama kakak”.
                Setelah selesai dengan berbagai aktifitas seharian, malam ini dirumah pribadinya Jessica membuat sebuah pesta kecil-kecilan bersama Krystal. Rumah mewah bergaya villa seluas 3000 meter persegi itu terlihat berbeda dengan berbagai hiasan pesta didalamnya. Jessica memang sudah merencanakan hal itu jauh sebelumnya untuk Krystal.
“ Wow...kapan kakak mendesign semua hiasan ini?”. Tanya Krystal takjub.
“ Pokoknya kakak akan lakukan apapun untuk kamu. Dan malam ini, kakak persembahkan spesial untuk merayakan kesuksesan album terbaru kamu”.
         Untuk kesekian kalinya Krystal dibuat terharu oleh kakaknya. Ya, Jessica dari dulu memang selalu mendukungnya. Bahkan sejak dirinya bergabung sebagai trainee SM Jessica selalu ada disampingnya. Memberikan motivasi dan dorongan kepadanya untuk terus berusaha dan pantang menyerah.
Begitulah Jessica, walaupun dari luar ia terlihat seperi ice princess tapi sebenarnya ia adalah pribadi yang sangat hangat. Terlebih dia adalah seorang kakak yang sangat luar biasa bagi Krystal adik tercintanya.

THE END
               
 By. Soneboy
               

               
               
               


[1] Merk mobil pribadi Jessica SNSD
[2] Peserta pelatihan untuk dijadikan seorang penyanyi atau grup idola
[3] Aktris serial drama Korea (City Hunter, Sungkyukwan Scandal, Queen Bee, dan masih banyak lagi)
[4] guru
[5] Sebutan untuk kakak perempuan
[6] Kak, berita-berita gak benar seperti ini lagi-lagi beredar. Aku sangat sedih dan itu sama sekali tidak benar.
[7] Tampil live diberbagai acara musik setelah merilis full album, mini album, atau single terbaru.
[8] Tampil terakhir secara live diacara musik untuk melanjutkan dengan kegiatan promosi lainnya.
[9] maaf
[10] Terima kasih banyak kak.

KLASIK (fan fiction)



Cantik, kaya, dan populer bagi sebagian orang terutama cewek mungkin itu adalah impian.  Walaupun pada kenyataannya itu semua belum tentu memberikan kebahagiaan. Seperti apa yang dialami oleh Jessica. Cewek tercantik dan paling populer diuniversitas bergengsi ini tidak bisa merasakan kebahagiaan atas kelebihan-kelebihan yang dimilikinya. Padahal dia adalah putri tunggal dari sebuah keluarga pengusaha kaya. Perfect, mungkin itu yang ada dibayangan orang jika melihat sosok Jessica. Namun bagi dirinya sendiri justru ia merasa sebaliknya.
         Sica memang cantik, populer, dan kaya. Namun ternyata semua itu tidak bisa memberikan kebahagiaan. Apa yang diperoleh dari kelebihan-kelebihannya itu malah membuat pedih dirinya. Kecantikannya ternyata hanya dapat menarik mata para kaum adam yang melihat perempuan dari fisik belaka. Popularitasnya dan juga kekayaannya dimanfaatkan hanya oleh orang disekitarnya yang tidak bertanggung jawab. Intinya, tidak ada yang tulus berteman atau mendekati dia selama ini. Semua didasarkan karena kecantikan, popularitas, dan kekayaannya saja. Itulah alasan mengapa Jessica tidak pernah merasakan kebahagiaan selama ini.
            Salah satu hal menyakitkan yang dialami Jessica adalah berkaitan dengan kehidupan cintanya. Dimana mantan kekasihnya dulu mendekati dirinya hanya karena ingin memperoleh warisan dari ayahnya saja. Sica percaya pada cowok itu karena dia memang teman satu kampusnya dan sangat dekat dengannya. Tapi ternyata segala perhatian dan kebaikannya memiliki tujuan lain yang tidak ada hubungannya dengan kata cinta yang sering kali diucapkannya.
            Kini Jessica tidak kuliah ditempat yang sama lagi. Ia sengaja ingin mencari lingkungan dan suasana baru. Ia benci teman-teman lamanya yang hanya memanfaatkannya. Ia juga benci mantannya yang tidak tulus cinta padanya. Ia benci semua itu dan ingin memulai hal baru. Dan....satu kejadian mengawali semuanya itu.
            Saat itu, Jessica sedang berjalan menuju tempat parkiran mobilnya dikampus barunya. Namun diperjalanan tiba-tiba seorang cowok menabraknya. Semua buku yang kebetulan Jessica bawa jatuh berantakan. Si cowok itu pun tentu membantu memungut dan merapihkannya. Namun belum sempat si cowok membantu, Jessica langsung mengatakan kata-kata sinis padanya.
“ Aku udah bosan dengan semua ini!. Kamu sengajakan nabrak aku?!”. Bentak Jessica.
                Mendengar tuduhan cewek yang ditabraknya si cowok tidak berkomentar. Ia hanya membalas tatapan Jessica dengan senyum yang tidak kalah sinis. Diam beberapa saat, lalu langsung pergi tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
                Jessica berkata sinis pada cowok itu karena ia merasa apa yang dilakukan cowok itu adalah acting. Cuma pura-pura menabraknya yang pada akhirnya meminta kenalan. Gaya pendekatan klasik yang baginya sungguh memuakan. Kebanyakan mantan-mantannya adalah cowok yang menggunakan cara pendekatan yang norak seperti itu. Ia tidak mau menjadi korbannya lagi.
              Selang beberapa hari kemudian Jessica secara tidak sengaja ketemu lagi dengan cowok yang menabraknya waktu itu. Namun kali ini cowok itu datang sebagai penolong untuk Jessica. Kebetulan saat itu ban mobil BMW 320i milik Jessica bocor.
“ Bisa aku bantu?”. Ucap si cowok menawarkan diri.
“ Gak usah. Aku bisa pulang naik taksi dan mobil ini biar supirku yang mengurus. Aku gak butuh bantuan kamu. Lagipula aku bisa main ketempat tanteku dulu. Rumahnya deket kok dari sini”. Menyadari cowok itu yang dulu menabraknya, Jessica lagi-lagi langsung berkata sinis.
“ Oh, oke kalau gitu. Akukan hanya menawarkan bantuan. Jika kamu gak bersedia ya gak apa-apa”.
“ Kenapa sih harus kamu? Atau jangan-jangan kamu memang buntutin aku dari tadi, iya?”. Bukannya berterima kasih sudah ditawari bantuan, Jessica malah justru menuduh si cowok.
“ Buntutin kamu? Yang benar saja. Kamu make mobil dan aku jalan kaki, ya gak mungkinlah”. Jawab si cowok santai dan memang benar si cowok hanya berjalan kaki. Sekilas Sica merasa bersalah. Namun ia tetap berusaha menjaga gengsinya.
“ Ya bisa saja. Kalau enggak, terus kenapa kamu tiba-tiba ada disini?”.
“ Apa perlu aku jelaskan alasan kenapa aku ada disini?”. Si cowok yang merasa dituduh mulai merasa kesal.
“ Iya!!, kamu harus jelasin. Kamu gak bisakan?!”.
“ Hm, sepertinya hanya buang-buang waktu bicara dengan cewek seperti kamu. Permisi”. Ucap cowok itu sebelum kemudian berlalu pergi. Si cowok memang benar-benar jalan kaki, karena tidak berapa lama kemudian ia terlihat naik kesebuah bis yang kebetulan melewatinya.
            Sesaat Jessica sempat berfikir kalau cowok tadi mungkin saja benar. Karena jika dipikirkan, kecil kemungkinan kalau semua kejadian tadi adalah kesengajaan. Namun Jessica tetap menyangkal pikiran sekilasnya itu. Ia tetap menyangka kalau itu semua adalah trik si cowok untuk mencoba mendekatinya.
***
             Jessica memang trauma dengan pengalaman dengan mantan-mantannya dulu. Dimana hampir dari semua cowok itu mendekatinya dengan cara klasik. Namun entah kenapa, tragedi tabrakan dan ban bocor itu justru malah menjadi bahan pikirannya sekarang ini. Bayangan cowok yang sama sekali tidak ia kenal itu terus saja muncul dikepalanya.
“ Sica, kenapa sih dari tadi bengong terus?”. Tanya Ocha, sahabat baru Jessica.
“ Eh, gak apa-apa kok. Sorry ya Cha”. Jessica baru sadar kalau sedari tadi makanan yang dipesannya dikantin itu belum disentuh sedikitpun.
“ Mikirin cowok ya?”. Tebak Ocha kemudian.
“ Enggak kok, ngapain mikirin cowok. Gak penting”.
“ Ngomong-ngomong soal cowok...mau enggak aku kenalin dengan seseorang?”.
“ Siapa?, jangan bilang kamu mau jodohin aku”.
“ Memangnya kenapa kalau aku jodohin?. Cowok dikampus ini gak seperti dikampus kamu dulu”.
“ Tetep aja aku gak tertarik”.
“ Kenapa? Dia populer loh dikampus ini”.
“ Udah deh Cha gak usah bahas cowok. Pokoknya aku gak tertarik”. Mencoba cuek dengan topik pembicaraan Ocha, Sica langsung melahap makanannya.
“ Lihat dulu... baru nanti ambil keputusan, oke”. Tanpa menunggu jawaban dari Jessica, Ocha langsung menelpon cowok yang dimaksudnya itu dan menyuruhnya datang.
“ Cha, apa-apaan sih kamu?”.
“ Udah tenang aja, akukan cuma mau ngenalin doang. Dia temen dekat aku, berarti dia juga teman dekat kamu. Jadi kalian harus saling kenal”. Ocha hanya senyum-senyum jahil melihat ekspresi bete Jessica.
Selang beberapa menit kemudian, seorang cowok tinggi tegap dengan rambut agak acak-acakan datang menemui keduanya. Cowok itu tidak lain adalah yang dulu bertemu dengan Jessica ditragedi tabrakan dan ban bocor.
“ Ada apaan Cha nyuruh aku kesini?”. Tanya cowok itu tanpa basa basi.
“ kamu?! Jadi ini Cha cowok yang kamu maksud itu?!”. Jessica langsung bereaksi begitu menyadari dia adalah cowok itu.
“ Iya, kenapa emangnya?. Oh ya, Ram kenalin ini Jessica temen baru aku. Jessica ini Rama temen deket aku”.
“ Aku udah pernah ketemu dia beberapa hari yang lalu. Jadi, namanya Jessica ya?. Nama yang cantik, sama seperti orangnya”. Ucap si cowok tanpa memperdulikan tatapan sinis Jessica.
“ Oh nama kamu Rama. Makasih pujiaanya, tapi aku gak tersanjung ”.
“ Mm... jadi kalian berdua pernah ketemu ya. Hehehe...”. Ocha sebenarnya bingung dengan tingkah Jessica dan Rama. Namun itu tetap mencoba mencairkan.
“ Iya kita pernah ketemu beberapa hari yang lalu”. Jawab cowok bernama Rama itu.
“ Oh ya Cha, sekarang aku mau ngisi les dulu nih. Ngobrolnya dilanjut ntar aja ya. Dah..”. Rama langsung berlalu pergi, ia memang terlihat buru-buru.
                Jessica dan Ocha sempat saling diam beberapa saat. Sampai kemudian Ocha memulai pembicaraan lagi dan semua masih tentang Rama.
“ Kamu pernah ketemu sama diakan? Tapi kenapa kok kamu kayaknya gak suka”. Tanya Ocha.
“ Kita memang pernah ketemu dua kali. Tapi aku ngerasa pertemuan kita itu seperti sesuatu yang diatur. Seolah-olah dia pengen pendekatan sama aku gitu. Aku trauma dengan gaya pendekatan cowok yang pura-pura gak sengaja menabrak, sok membantu, atau apalah yang klise-klise. Intinya semua itu hanya trik untuk mengajak aku kenalan. Klasik, dan itu membuatku muak”.
                Jessica kemudian menceritakan semua pengalaman masa lalunya pada Ocha. Pengalaman dengan mantan-mantannya yang hanya memanfaatkan kecantikan, popularitas, dan kekayaanya saja.
“ Itulah alasan kenapa aku pindah kuliah disini Cha”. Ucap Jessica menutup ceritanya.
“ Tapi penilaian kamu terhadap Rama salah. Aku sangat kenal dengan dia. Dia tipe cowok yang tidak bisa disamakan dengan mantan-mantan kamu itu. Asal kamu tau, dia belum pernah sekalipun pacaran. Walaupun banyak cewek yang tertarik padanya, dia tetap bertekad untuk tidak pacaran dulu”.
“ Oh ya? Kenapa?”.
“ Dia kuliah disini hanya mengandalkan beasiswa dan uang hasil dari mengisi les. Oleh karena itulah dia tidak mau kuliahnya berantakan hanya gara-gara pacaran”.
“ Oh...ja jadi begitu ya?”. Jessica tiba-tiba saja langsung merasa bersalah.
“ Tapi ya gak apa-apa, kamu gak salah kok. Lagipula siapa sih yang enggak trauma kalau dikhianati banyak cowok seperti itu”.
***
                Suasana langit malam ini cukup cerah. Bulan dan bintang yang bersinar terang semakin memperindah hamparannya. Jessica sangat menyukai pemandangan malam seperti itu. Sudah menjadi kesenangannya menikmati suasana malam dari balkon kamarnya yang menjorok keluar.
                Sedang asik-asiknya menikmati pemandangan langit malam itu, tiba-tiba bayangan tentang Rama melintas dikepalanya. Semua hal tentang Rama yang tadi siang diceritakan Ocha muncul silih berganti. Pertama kalinya ia mengalami hal seperti ini. Dulu, walaupun dia banyak didekati cowok-cowok, tidak ada yang sampai terbawa pikiran seperti sekarang ini.
“ Apa mungkin Rama berbeda?”. Tanya Jessica pada dirinya sendiri.
                Malam kembali berganti siang. Saatnya Jessica kembali dengan rutinitasnya dikampus. Renungan malam tadi cukup membuatnya bersemangat pagi ini.
“ Wow....seger banget nih kayaknya”.
“ Iya dong Cha..., pagi harus semangat”.
                Aktifitas hari ini semua berjalan lancar. Semua dilewati Jessica dengan baik tanpa ada halangan apapun.
“ Cha, ngomong-ngomong... temen kamu Rama kemana?”.
“ Cie...udah mulai nanya-nanya nih. Kenapa emangnya?”.
“ Ya gak kenapa-kenapa? Emangnya salah ya aku nanya?”.
“ Ya enggaklah... malah bagus. Kalau jam-jam segini dia biasanya ngajar les. Kamu mau tau tempat dia ngajar enggak?”. Tawar Ocha bersemangat.
“ Mm...boleh deh”.
                Jessica dan Ocha kemudian berangkat menuju tempat dimana Rama biasa mengajar les. Entah kenapa... Jessica terlihat sangat antusias. Ocha pun menyadari ekspresi sahabat barunya itu.
                BMW 320i milik Jessica terus melaju dengan lembut menyusuri jalanan kota. Sampai kemudian Ocha menyuruh Jessica menghentikan mobilnya tepat didepan sebuah rumah mewah. Sesaat Jessica tertegun. Rumah yang didatanginya itu sangat familiar baginya. Tentu saja, karena rumah itu adalah milik tantenya. 
“ Sica, kok kamu bengong?”. Tanya Ocha bingung.
“ Cha, kata kamu Rama ngajar les. Kok datang kesini?”.
“ Ya iyalah... inikan tempat dia biasa ngajar les”.
“ Oh ya?”. Jessica sekarang benar-benar tertegun. Tempat dimana dulu dia dan Rama bertemu saat tragedi ban bocor lokasinya hanya beberapa meter dari sini.
“ Ya udah masuk yuk. Pemilik rumah ini orangnya baik kok. Aku sering nemenin Rama ngajar disini”.
“ Cha, kamu tau enggak?”.
“ Apa?”.
“ Ini adalah rumah tante aku”.
“ Hah? Rumah tante kamu?”.
“ Iya”.
                Pertemuan dirumah itu pun benar-benar diluar dugaan. Semuanya serba kebetulan dan tidak ada satu pun yang direncanakan seperti yang selama ini ada dipikiran Jessica. Ia kini percaya kalau Rama adalah cowok yang bener-bener beda dengan mantan-mantannya dulu.
“ Maaf ya Ram, kalau kemarin-kemarin aku sinis sama kamu”. Ucap Jessica mengawali pembicaraan.
“ Gak apa-apa, aku udah tau semuanya kok. Ocha udah banyak cerita tentang kamu”.
“ Oh ya?!”. Jessica langsung menoleh kearah Ocha.
“ Hehehe...sorry ya Sica..”. Ocha hanya cengar cengir tanpa dosa.
“ Jadi sekarang kita friendship nih?”. Tanya Rama.
“ Oh, tentu dong”. Jawab Jessica bersemangat. Namun entah kenapa hatinya tiba-tiba berdesir aneh. Ternyata yang klasik tak selamanya berbuah menyakitkan.
THE END
By.Soneboy

Kamis, 03 April 2014

Koleksi Awards SNSD Triwulan Pertama 2014



          SNSD sudah resmi menyelesaikan masa promonya untuk mini album terbaru ke-4 mereka ‘Mr Mr’. Satu bulan perform diberbagai acara musik sukses membuat fans mereka puas. Terlebih SNSD berhasil meraih posisi pertama dan mengoleksi sembilan trophy. Selain sukses diberbagai acara musik, SNSD juga mendapatkan begitu banyak perhatian dari berbagai media dari berbagai belahan dunia. Apakah hanya itu?, tentu saja tidak. Bukan SNSD namanya jika video clip mereka tidak sukses. Video clip ‘Mr Mr’ sukses menembus angka viewers fantastis di Youtube sebanyak 15 juta viewers. Itu merupakan rekor yang menjadikan ‘Mr Mr’ sebagai video clip K-Pop pertama yang meraih 15 juta viewers ditahun 2014. 




      Memang dalam setiap perilisan album baru, SNSD selalu memberikan prestasi, kejutan, gebrakan, fenomena, dan bahkan rekor. So, dari segi prestasi mari kita lihat selama periode Januari s.d. Maret 2014 prestasi apa saja yang sudah mereka cetak. Ini dia daftar penghargaan yang berhasil SNSD koleksi ditriwulan pertama tahun 2014, check this out:

 

Wow, dalam waktu 3 bulan saja mereka sudah mengoleksi 15 Awards dari berbagai ajang di Korea dan luar Korea. Selamat untuk SNSD.