![]() |
Pagi itu ruangan kelas Jungsis High School disibukan
dengan kegiatan belajar seperti biasanya. Siswa siswi yang notabene berasal
dari keluarga berada itu sibuk dengan bukunya sambil mendengarkan penjelasan
dari seorang guru didepan kelas. Suasana belajar itu terasa sangat kondusif
sampai kemudian muncul seorang siswi yang datang terlambat.
“
Sorry i’m late”. Ucap siswi yang
datang telat itu dengan santai. Bahkan tanpa menyapa sang guru ia berlalu
begitu saja menuju tempat duduknya. Namun seolah seperti hal yang sudah biasa,
kelas pun kembali dengan kesibukan semula. Hanya satu orang cowok yang menatap
sinis kearah siswi yang terlambat itu.
“
Hei miss late!, kamu pikir ini sekolah keluargamu. Hampir setiap hari kamu
datang terlambat dan sepertinya kamu tidak pernah mau menghargai peraturan
disekolah ini”. Bagai petir disiang bolong siswa itu lantas berteriak kearah
siswi yang disebutnya miss late itu.
Seketika suasana kelas pun kembali tegang dan hening. Bahkan kehadiran guru
seolah tak bisa meredam atau mencairkan suasana disana.
“
Aish, sekolah ini memang milik keluargaku. Atau... kamu memang pura-pura lupa,
Danish?. Dan... namaku Krystal, bukan miss
late. Karena aku mau datang telat atau tidak itu bukan urusanmu. Do you understand?”. Siswi bernama
Krystal itu pun balas menatap sinis kearah cowok yang bernama Danish itu.
Danish memang satu-satunya siswa yang selama ini berani mengusiknya. Padahal
popularitas Krystal disekolah itu sudah bagaikan selebriti. Jangankan sesama
siswa atau siswi, para guru dan pengurus sekolah sekalipun tidak ada yang berani
mengusiknya.
Seperti apa yang dikatakannya, Jungsis
High School adalah sekolah swasta elit yang mayoritas saham kepemilikannya memang
ada ditangan keluarga Krystal. Dimana notabene ia berasal dari keluarga
pebisnis yang sangat kaya. Keluarganya memiliki jaringan bisnis yang luas
diberbagai bidang termasuk salah satunya adalah sekolah-sekolah elit di Korea.
Namun Krystal saat ini hanya tinggal
bersama dengan kakak perempuannya. Kedua orang tuanya sudah meninggal. Ibundanya
meninggal saat keduanya masih kecil dan sang ayah mengalami sebuah kecelakaan
mobil beberapa tahun lalu. Sehingga jaringan bisnis keluarga tersebut kini
dipegang oleh sang kakak yang bernama Jessica sebagai President Director.
“ Wow, masih merasa seperti princess hah?
Hahaha...”. Tak mau kalau Danish malah balas menertawakan. Sementara seisi
kelas yang lain justru bungkam.
“
Sepertinya hanya kamu warga sekolah ini yang tidak pernah mengerti. Aku bisa
mengeluarkanmu dari sekolah ini kapan saja aku mau”. Ancam Krystal.
“
Oh ya? Bukankah yang punya kuasa atas sekolah ini adalah kakakmu, Jessica?.
Hahaha... kamu hanya berdiri dibawah bayang-bayang kakakmu Krys. You are just nothing without her”.
Brak!!, Krystal membanting tasnya lalu berlalu pergi
meninggalkan kelas. Nampaknya gadis cantik berwajah Korea-Amerika itu sudah
sangat kesal. Biasanya ia selalu beradu mulut dan tak pernah mau kalah sampai
pihak berwenang disekolah melerai keduanya. Namun kali ini ia langsung pergi
begitu saja.
“ Hiks hiks... Jessica Jessica Jessica, kenapa
selalu harus Jessica...?!!!!”. Teriak Krystal sambil sesekali menyeka air
matanya. Ia bahkan tak sadar kalau kecepatan Porche 911 merah yang
dikendarainya hampir menyentuh 150 Km/jam.
Jessica Jung sang kakak, selain
statusnya sebagai President Director ia juga merupakan seorang fashionista
terkenal di Korea. Popularitasnya bahkan bisa menyaingi selebritas dinegeri
ginseng itu. Jessica memang sangat cantik jelita, karena sama halnya Krystal ia
pun berdarah blaster Korea-Amerika, yang membedakan dirinya dengan Krystal
adalah pembawaanya. Jessica yang terpaut enam tahun lebih tua jelas tentu lebih
bersikap dewasa ketimbang Krystal. Namun, segala kelebihan sang kakak itulah
justru yang membuat Krystal seolah-olah selalu berada dibawah bayang-bayangnya.
***
Keesokan harinya di Jungsis High
School Krystal tidak datang terlambat. Dia memarkirkan Porche 911 merah
miliknya beberapa menit sebelum jam masuk sekolah. Ya seperti itulah
tingkahnya, ia bisa datang jam berapapun dan pergi sesukanya disekolah itu.
Namun tingkahnya yang bagaikan
princess itu hanya dilakukan saat ia tidak dalam pengawasan kakaknya. Jika
berada didekat Jessica ia seolah langsung kehilangan powernya.
“
Aku sedang tidak ingin berantem denganmu Danish. Jangan membuatku kesal”. Ucap
Krystal datar sambil duduk dibangkunya. Sementara sang rival Danish masih cuek
dengan buku yang sedang dibacanya.
“
Aku juga sedang tidak ingin cekcok denganmu, miss late. Apa kamu tidak lihat aku sedang baca buku?”. Danish memang tengah asik dengan
novel favoritnya.
“
Aku tidak telat hari ini!, so please dont
call me like that”. Protes Krystal.
“
Hahaha, kamu hanya satu hari dari satu minggu datang tidak telat. So, kamu
masih sangat pantas dijuluki miss late”.
Mendengar
sindiran Danish emosi Krystal kembali tersulut. Tanpa basa basi ia pun melempar
pulpennya dan tepat mengenai pelipis mata Danish hingga berdarah. Namun karena
emosi, Krystal tak merasa khawatir sedikitpun telah melukai rivalnya itu.
“ I told you!, dont make me mad”.
Ucap Krystal tanpa menyesal sedikitpun. Namun Danish tetap tenang diposisinya
dan hanya menyeka darah dipelipis matanya.
“ Krystal, what are you doing?”.
Tiba-tiba suara seseorang memecah suasana cheos dikelas itu. Suara yang sangat
dikenal oleh Krystal. Suara yang langsung membuatnya tertegun dan mematung
seketika.
“ U un unnie?”. Krystal
langsung gugup bukan kepalang melihat tiba-tiba Jessica sudah berada
dibelakangnya. Dia sama sekali tidak menyangka kalau sang kakak bisa berada
disitu. Karena setahunya Jessica masih ada urusan bisnis diluar kota.
“
Ka kakak nga ngapain disini?”.
“
Kamu belum menjawab pertanyaan kakak. Apa yang kamu lakukan barusan?”. Dengan
tenang Jessica berjalan mendekati Danish dan mengambil pulpen Krystal yang
barusan dilempar.
“
Ini milik mu kan?”. Tanya Jessica kemudian. Nada bicaranya tetap tenang seperti
biasanya.
“
Maafin aku kak, aku gak bermaksud. Aku hanya kesal karena dia mengejekku”.
Krystal mencoba membela diri.
“
Apa dia mengejekmu dengan julukan miss
late?”.
“
Ba bagaimana kakak bisa tau?”. Krystal langsung bingung dengan apa yang
dikatakan kakaknya.
“
Kakak bahkan tau kalau kamu kemarin bolos dan tidak pulang ke rumah. Itulah
mengapa kakak memutuskan untuk langsung kembali ke Seoul dan menemui mu
disekolah. Kenapa Krystal?”.
“
Apa kakak memata-mataiku selama ini?. Ja jadi, memang benar kakak tidak pernah
percaya padaku selama ini? Hiks”. Suara Krystal bergetar dan tak terasa air
matanya langsung jatuh.
“
Aku bukan anak kecil lagi kak?! Hiks hiks”. Tangis Krystal semakin meledak dan
itu membuat bingung teman-teman seisi kelas termasuk Danish. Ini pertama
kalinya mereka melihat sang ice princess menangis.
“
Aku kakakmu dan sudah seharusnya kakak tau apa yang kamu lakukan”.
“
Bukankah kakak selalu sibuk dengan urusan perusahaan? Kakak selalu mendapatkan
hak spesial dari ayah, kakak selalu memikirkan diri kakak sendiri! Hiks hiks
hiks”. Dengan tangis meledak Krstal pergi keluar dan lari menuju parkiran. Lalu
tak berapa lama kemudian dia melaju deras keluar dari Jungsis High School
dengan Porche 911 sportnya.
Jessica kemudian berusaha mengejar sang adik dengan
BMW 320i putih miliknya. Ia bahkan
meninggalkan supirnya begitu saja disekolah. Kejar kejaran antara kakak dan
adik pun tak terelakan. Walaupun tidak seperti kejar-kejaran diadegan film
action, tapi keduanya cukup gesit melintasi jalanan kota Seoul. Namun
sepertinya Jessica kalah cepat oleh mobil sport milik adiknya. Beberapa kali
Krystal berhasil menjauh meninggalkan Jessica. Mengetahui adiknya semakin kencang, ia pun menambah kecepatan laju mobilnya
sampai mendapatkan kesempatan menyalip. Namun tiba-tiba... Jdaar..!!!! BMW 320i
Jessica berbenturan keras dengan sebuah minibus dari arah berlawanan saat
berusaha menyalip. Beruntung minibus tersebut melaju tidak terlalu kencang.
Namun mobil Jessica tetap terpental keluar jalan seketika.
“
Oh no!”. Mengetahui mobik kakaknya kecelakaan Krysal lansung berhenti dan
berlari menghampirinya. Dilokasi kejadian Jessica sedang berusaha dievakuasi
dari dalam mobil oleh beberapa orang yang kebetulan berada disana. Jessica
mengalami pendarahan luar biasa akibat kecelakaan itu. Beruntung dia masih
bernafas walaupun kondisinya sangat kritis.
Sementara sang kakak dilarikan ke
Rumah Sakit terdekat, Krystal masih mematung tak percaya melihat mobil sang kakak
rusak parah dihadapannya. Air matanya pun tak henti mengalir sedari tadi.
Bibirnya bergetar menahan rasa bersalah yang teramat sangat.
***
Kejadian yang menimpa sang kakak
benar-benar membuat Krystal sangat menyesal. Dua hari sejak kecelakaan itu ia
belum bisa memaafkan dirinya. Terlebih sampai saat ini Jessica masih belum
sadarkan diri. Selain itu hal ini juga kembali mengingatkannya dengan kejadian
beberapa tahun lalu saat sebuah kecelakaan mobil merenggut nyawa ayahnya.
Tragisnya lagi, kecelakaan terjadi saat dimana sang ayah berusaha mencari
Krystal yang waktu itu sengaja kabur dari rumah.
“
Hiks hiks, kenapa kejadian seperti ini selalu disebabkan olehku, kenapa...?
hiks”.
“
Perlu tissue?”. Ucap Danish yang muncul tiba-tiba dibelakang Krystal. Sambil
tersenyum ia menyodorkan tissue kepada Krystal. Wajah cantiknya memang terlihat
kacau akibat terlalu banyak menangis.
“
Makasih, kamu masih mau menengokku. Padahal selama ini aku selalu memusuhimu”.
Kali ini Krystal benar-benar berkata tulus. Dia sangat berterima kasih pada
Danish yang telah menjenguk sang kakak di Rumah Sakit. Krystal merasa sangat
tersentuh.
“
Sudahlah, kamu terlihat jelek kalau menangis terus. Mana ice princess Krystal
yang selama ini selalu cool?, apa esnya sudah mencair?”. Ledek Danish sambil
tersenyum kearah adik Jessica tersebut.
“
Aish”. Dengus Krystal sambil melempar tissue bekasnya kearah Danish. Tentu saja
kali ini ia menghindar.
Kehadiran Danish ternyata bisa
menghibur suasana hati Krystal. Sang ice princess tidak menyangkal akan hal
itu. Ia sadar dibalik tingkahnya yang selama ini seolah selalu menentangnya,
ternyata ia perhatian kepadanya.
“
Ka kalian disini?”. Suara parau Jessica memecah candaan Krystal dan Danish.
Keduanya pun tertegun melihat Jessica sudah sadarkan diri.
“
U unnie?”. Krystalpun serta merta langsung memeluk sang kakak dan menangis
sejadi-jadinya. Ia menumpahkan semua permintaan maaf dan rasa menyesalnya
dipelukan sang kakak. Sementara Danish hanya tersenyum melihat pemandangan itu.
“
Kakak tidak pernah menyalahkanmu”. Ucap Jessica sambil mengelus lembut kepala
Jessica dipelukannya.
“
Aku sayang sama kakak”.
“
Kakak juga sayang sama kamu”.
“
Krys, sebaiknya kita menunggu diluar. Biarkan kakakmu diperiksa oleh dokter
dulu”. Ucap Danish kemudian.
“
Ia, kalian berdua pergilah, gak usah terlalu mengkhawatirkan kakak. Pergilah”.
“
Kita pasti nanti kesini lagi kak”.
“
Iya”.
Untuk menghibur Krystal, Danish pun
mengajaknya pergi jalan-jalan. Kali ini Danish yang membawa Porche 911 milik
Krystal.
“
Kita mau kemana?”. Tanya Krystal kemudian. Karena sang kakak sudah siuman,
wajah cantik Krystal pun kini kembali berpendar.
“
Kamu ternyata sangat cantik kalau tersenyum. Coba setiap hari kamu tersenyum,
mungkin aku gak sampai harus mengusilimu”.
“
Kamu ngomong apa sih?”.
“
Aku tuh suka sama kamu Krys”.
“ What?!, what did you say?”. Krystal
pura-pura tidak mendengar.
“
Aku suka sama kamu Krystal Jung... “. Ulang Danish dan kali ini ia menatap
dalam kearah Krystal. Ia seolah tak memperdulikan jalanan didepannya.
“
Danish lihat kedepan...! aish...”. Teriak Krystal mengingatkan.
“
Hahahaha.....habis kamu pura-pura gak denger”.
“
Iya iya..., i like you too”. Jawab
Krystal kemudian dan wajah cantiknya langsung merah merona. Ia tak bisa
menyembunyikan rasa malunya itu dari Danish yang langsung melihatnya ternyum
jahil.
“ Oke you win, dont look at me like
that”.
“
Hahaha....oke oke my ice princess”.
Danish senang, karena dia sudah bisa melihat ice princessnya tertawa hangat.
Hm...memang terkadang kita harus menangis dulu untuk
kemudian bisa menyadari dan kembali tersenyum.
THE END
Created
by: Soneboy

Tidak ada komentar:
Posting Komentar