Pagi-pagi sekali Seohyun sudah mempersiapkan diri
untuk melakukan aktifitasnya. Hari ini ia akan berangkat ke Universitas Dongguk
karena kebetulan sedang ada jadwal kuliah. Ia sangat bersemangat karena
dikampus dia bisa bertemu dengan teman-teman lamanya. Selain itu, suasana
kampus yang nyaman juga bisa melepaskan kepenatannya untuk sesaat.
Setelah selesai melakukan persiapan
ia pun berangkat. Karena hari ini akan ke kampus ia pun menanggalkan
identitasnya sebagai member SNSD untuk sementara. Sehingga ia hanya tampil
sederhana dan casual seperti layaknya mahasiswi lain. Ia ingin teman-temannya
dikampus melihat dirinya sebagai Seo Joo Hyun[1]
mahasiswi Dongguk, bukan sebagai Seohyun maknae[2]
SNSD. Intinya, dia ingin diperlakukan sebagai gadis biasa dan tidak mau
diistimewakan hanya karena identitasnya sebagai seorang selebriti.
“
Taksi...!”. Seohyun menyetop sebuah taksi yang kebetulan lewat.
“
Tolong ke Universitas Dongguk ya paman”. Ucapnya kemudian begitu masuk kedalam
mobil.
“
Baik”. Jawab sang supir singkat. Ia tidak menyadari kalau gadis yang menjadi
penumpangnya itu adalah seorang member dari national
girlgrup Korea SNSD. Sang sopir tidak menyadari mungkin karena Seohyun
memakai topi, sehingga wajahnya tidak terlalu terlihat jelas. Terlebih supir
taksi pasti tidak akan menyangka kalau seorang superstar mau naik transportasi
umum seperti ini.
Namun, sang supir tiba-tiba saja menduga kalau yang
menjadi penumpangnya saat ini adalah seorang penyanyi. Hal itu dikarenakan ia
mendengar suara Seohyun ketika baru saja mengobrol bersama temannya via
telepon.
“
Sepertinya saya familiar dengan suara ini”. Ucap sang supir.
“
Maksud paman?”. Seohyun pura-pura bertanya walaupun sebenarnya ia tau kalau
sang supir hampir menyadari identitasnya.
“
Iya, suara kamu seperti suaranya Seohyun SNSD. Apa kamu Seohyun SNSD?”. Tanya
sang supir kemudian. Pertanyaan yang tentu membuat Seohyun kaget. Kaget karena
ternyata seorang ahjusi[3]
saja mengenal dengan sangat baik member-member SNSD bahkan hanya dari
suara.
“
Betul paman, aku Seohyun SNSD. Kok paman bisa tau?”. Jawab Seohyun sambil
tertawa ringan.
“
Jadi benar kamu adalah Seohyun SNSD?!. Ya Tuhan....mimpi apa saya semalam
sehingga penumpang saya hari ini adalah seorang superstar idola”. Si paman
supir taksi langsung heboh sendiri mengekspresikan rasa senangnya. Bahkan,
saking senangnya bisa bertemu dengan Seohyun sang supir pun menggratiskan biaya
taksinya. Namun Seohyun menolak dan tetap ingin membayar apa yang memang
menjadi kewajibannya.
“
Tidak paman terima kasih, aku harus tetap bayar karena ini sudah kewajiban”. Ucap Seohyun begitu mendengar tawaran dari
paman supir taksi. Sekali lagi ia tidak mau identitasnya sebagai selebriti
membuatnya memanfaatkan segala sesuatu termasuk membayar biaya taksi.
“
Oh ya ampun...., ternyata kamu tidak hanya cantik. Tapi juga sangat baik.
Jujur, paman baru kali ini melihat ada selebriti besar seperti kamu mau naik
taksi seperti ini. Terlebih, kamu tidak malu ngobrol bersama paman”.
“
Paman gak usah berlebihan seperti itu. Aku juga gadis biasa sama seperti yang
lainnya”.
“
Baiklah kalau begitu, terima kasih banyak sudah bersedia menjadi penumpang
taksi paman”.
“
Iya paman sama-sama, terima kasih”.
Setelah membayar biaya taksi barusan
Seohyun langsung masuk kedalam lingkungan kampusnya Universitas Dongguk.
***
Cuaca hari ini sangat cerah dan
hangat. Universitas Dongguk yang megah dengan bangunannya yang unik semakin
terlihat indah dicuaca cerah seperti ini. Hal itu tentu saja membuat Seohyun
semakin bersemangat. Terlebih, belajar adalah hal yang memang selalu menjadi
prioritasnya dari dulu. Kesibukan sebagai seorang selebirit bukan alasan
baginya untuk tidak belajar. Alhasil, ditengah jadwal aktifitasnya bersama SNSD
yang sangat padat sekalipun, ia tetap tidak pernah absen menghadiri kuliah.
Seohyun memang tergolong mahasiswi
yang rajin. Bahkan menurut dekan fakultasnya, Seohyun dinilai sebagai mahasiswi
yang memiliki motivasi tinggi dalam hal belajar. Selain itu, menurutu beliau
juga ia adalah gadis yang memiliki kepribadian unik dan hati yang sangat tulus.
“
Seohyun...!”. Panggil seorang gadis berambut poni dengan switer merahnya. Gadis
itu tidak lain adalah salah satu teman karib Seohyun dikampus. Kemudian, selain
sigadis poni teman wanita lainnya juga datang menghampiri Seohyun.
“
Hallo teman-teman... apa kabar kalian semuanya?”. Seohyun memeluk satu persatu
teman-teman baiknya itu.
“
Wah... Seohyun kamu terlihat makin cantik saja. Lihatlah betapa bersinarnya
kamu”. Ucap teman Seohyun yang berambut poni.
“
Ah kalian ini, sudahlah jangan terus memuji seperti itu”.
“
Tapi sepertinya... kamu juga terlihat agak kelelahan”. Teman yang satunya lagi
tidak mau ketinggalan untuk ikut berkomentar.
“Ah
iya, mungkin semalam aku kurang tidur nyenyak”.
Jawab Seohyun.
Obrolah hangat itu terus berlangsung
sampai kemudian mereka masuk kelas untuk mulai kuliah. Hari ini jadwal kuliah
Seohyun adalah intermediate acting class. Ia memang mengambil jurusan seni
peran dikampusnya.
Setelah selesai dengan jadwal
kuliah, Seohyun menyempatkan makan siang bersama dengan teman-temannya di
cafetaria kampus sebelum ia kembali dengan jadwal bersama dengan SNSD. Siang
ini ia berniat akan mentraktir teman-temannya.
“
Siang ini aku traktir ya”.
“
Wah, yang benar?”.
“
Iya, sekali-kali gak apa-apakan?”.
“
Hore...makasih ya Seohyun”. Sorak teman -
teman Seohyun senang.
“
Iya sama-sama, kaliankan masih mahasiswi. Sedangkan aku sudah bekerja, jadi
sudah sewajarnya aku mentraktir kalian”.
Suasana cafetaria kampus siang itu
sudah sangat ramai. Bahkan Seohyun dan teman-temannya harus rela mengantri
untuk memesan makanan.
“
Seohyun, sepertinya banyak mahasiswa yang memperhatikan kamu tuh”. Bisik teman
berambut poni.
“
Oh ya?”.
“
Iya. Sepertinya mereka sudah menyadari kalau kamu adalah Seohyun SNSD”.
Seperti halnya peristiwa didalam
taksi, ternyata di cafetaria kampus pun Seohyun tidak bisa menyembunyikan pesona
bintangnya. Walaupun sudah memakai topi dan pakaian biasa sepeti
teman-temannya, ia tetap saja terlihat menonjol diantara yang lain. Jadi wajar
saja kalau kebanyakan mahasiswa selain teman-teman sekelasnya yang saat itu
juga berada di caferaria memperhatikannnya.
“
Anyeonghaseyo, apakah kamu benar
Seohyun SNSD?”. Tanya seorang mahasiswa yang tiba-tiba saja menghampiri
Seohyun.
“
Hm..i iya”. Jawab Seohyun.
“
Hmm...bolehkan saya berfoto denganmu sebentar saja?”. Ucap si mahasiswa itu
lagi. Sepertinya ia adalah salah satu fanboy SNSD.
“
Hm..boleh tentu saja”.
Permintaan berfoto dari fans
mahasiswa itu ternyata menjadi magnet buat fans lainnya. Alhasil, Seohyun pun
dimintai tanda tangan atau sekedar berfoto. Jika saja teman-temannya tidak
menyudahi itu, mungkin fans yang meminta tanda tangan semakin banyak.
“
Mohon maaf teman-teman semua, kami sekarang mau makan siang. Jadi foto-fotonya
cukup dulu ya terima kasih”. Teman berambut poni langsung menarik Seohyun untuk
mencari meja makan yang agak sepi diluar cafetaria.
“
Wah... kamu benar-benar populer. Aku tidak bisa membayangkan seandainya semua
meember SNSD kuliah disatu kampus yang sama”.
“
Ah kamu hanya melebih-lebihkan”. Lagi-lagi Seohyun mencoba untuk merendah.
***
Seohyun lahir sebagai seorang anak
tunggal dari keluarga sederhana di Seoul pada tanggal 28 Juni 1991. Seohyun
kecil adalah gadis yang lugu dan cantik. Ia terlahir dengan berjuta bakat
terpendam. Hingga pada tahun 2003 saat usianya baru menginjak dua belas tahun,
ia mengikuti sebuah audisi pencarian bakat SM Casting System. Sebuah ajang
audisi yang diadakan oleh salah satu agensi hiburan besar Korea SM
Entertainment untuk mencari bibit berbakat calon idol besar. Dari situlah
bakatnya mulai terasah.
Pada saat mengikuti casting itu,
Seohyun diminta untuk menunjukan berbagai talent
yang dimilikinya. Kebetulan Seohyun sangat senang bernyanyi dan pandai bermain
piano klasik. Ia pun kemudian menunjukan kemampuan vokalnya sekaligus
kepiawaiannya dalam memainkan tuts piano. Alhasil, bakatnya itupun membuat juri
terkesima yang akhirnya menerima ia sebagai trainee
di SM Entertainment.
Keberhasilannya diaudisi itu
kemudian Seohyun ceritakan kepada kedua orang tuanya. Beruntung, ayah dan ibu
Seohyun sangat mendukungnya. Mereka percaya kalau anak semata wayangnya itu
nanti akan menjadi seseorang yang besar dengan bakatnya itu.
“
Pergilah sayang, raih mimpimu. Kami akan selalu mendukung dan mendoakanmu”.
Ucap sang ibu memberikan dukungan kepada Seohyun.
“
Makasih ibu, aku akan berusaha menggapai mimpiku untuk ibu”.
Sejak menjadi trainee di SM Entertainment keseharian Seohyun langsung berubah. Ia
seolah baru saja memulai kehidupan baru dengan teman-teman baru yakni sesama
siswa pelatihan. Dibandingkan dengan saat ia belum menjadi trainee kesehariannya kini memang terasa lebih berat. Dulu ia masih
bisa menikmati banyak waktunya untuk bermain setelah sekolah. Namun kini ia
harus mengorbankan banyak waktu masa kecilnya untuk berlatih distudio tari, les
vocal, les bahasa asing, dan budaya berbagai bangsa didunia. Berat, tapi
Seohyun sudah bertekad dari awal untuk meraih cita-citanya dan pantang
menyerah.
Setiap perjuangan yang dilakukan
sungguh-sungguh pasti selalu membuahkan sesuatu yang manis. Hal itu pulalah
yang dialami Seohyun. Setelah menjalani pelatihan berat kurang lebih empat
tahun ia pun akhirnya terpilih sebagai salah satu calon member dari mega proyek
girlgrup SM Entertainment. Kemudian pada tahun 2007 ia bersama dengan delapan
gadis terpilih lainnya debut sebagai satu kesatuan dalam sebuah grup bernama
Girls Generation atau SNSD.
Lalu apakah dengan debut tersebut
perjuangannya lantas sudah selesai? Jawabannya adalah tidak. Justru perjuangan
yang sesungguhnya baru saja ia mulai. Bahkan mungkin perjuangan ini lebih berat
dibandingkan dengan ketika masih menjadi trainee.
Terlebih, Seohyun adalah member termuda digrupnya. Artinya, ia benar-benar
harus menjaga sikap karena delapan member lainnya lebih tua dari dirinya. Di
Korea, perbedaan usia beberapa tahun saja mengharuskan ia menggunakan bahasa
percakapan yang berbeda pula. Artinya di Korea ada tingkatan berbahasa yang
didasari oleh perbedaan usia, gender, dan strata sosial. Itu baru dari bahasa,
belum dari yang lain-lainnya.
Namun ternyata, Seohyun termasuk
beruntung sebagai seorang maknae[4]
di SNSD. Pasalnya unnie-unnie[5]
dia sangat baik, perhatian, dan sayang terhadapnya. Pernah suatu ketika saat
Seohyun tampil live bersama SNSD ada satu oppa[6]
yang terang-terangan mengatakan kalau Seohyun sangat seksi. Seohyun yang
tidak suka dirinya dibilang seksi langsung menangis, alhasil si oppa yang bersangkutan pun langsung kena
marah oleh semua member SNSD yang lain. Mereka mengingatkan kalau Seohyun tidak
suka dibilang seksi.
Disayang oleh kakak-kakaknya tidak
menjadikan Seohyun sombong atau melunjak. Justru karena perhatian dari unnie-unnienya itu ia menjadi lebih
menghormatinya. Seohyun tidak pernah menggunakan bahasa informal setiap kali
ngobrol bersama unnie-unnienya. Dia
selalu menggunakan bahasa formal. Ia juga merupakan member paling disiplin dan
paling rajin. Seohyun selalu bangun lebih awal dari pada yang lainnya. Bahkan
ia kerap menjadi alarm hidup yang selalu membangunkan unnie-unnienya.
“ Aku personel termuda di SNSD.
Karena itu aku selalu bangun lebih dulu dan harus membangunkan unnie-unnieku.
Waktu aku menyalakan lampu, Yuri unnie akan memintaku untuk mematikan lampunya
lagi. Kalau Tiffany unnie akan mengatakan ‘aku bangun sebentar lagi’ tapi dia
tidak bangun-bangun juga. Sooyoung unnie yang paling mudah untuk dibangunkan.
Tapi ada sesuatu yang menyakitkan hatiku waktu ia berkata seperti ini, ‘aku
tahu (jam bangun), tapi kenapa kamu tidak urus dirimu sendiri saja’.[7]
Kehidupan penuh warna tangis dan
tawa ia jalani bersama dengan delapan member lainnya diSNSD. Debut sebagai
sebuah grup baru memberikan tantangan tersendiri bagi Seohyun dan
rekan-rekannya. Namun mereka dari awal sudah komitmen untuk terus berjuang
bersama-sama saling mendukung dan mensupport satu sama lain. Seohyun sangat
menikmati step by step perjuangan karirnya itu.
***
“
Aku tidak melebih-lebihkan. Kamu sangat populer dan kamu memang pantas
mendapatkan itu semua. Seohyun, sebagai teman baik aku tahu betul perjuangan
kamu”. Gadis berambut poni menggenggam erat tangan Seohyun dan menatapnya
hangat. Tergambar jelas kalau ia sangatlah bangga dengan teman baiknya itu.
“
Terima kasih selama ini kalian terus mendukungku. Aku bukanlah siapa-siapa
tanpa kalian”.
Tak terasa waktu sudah lewat tengah
hari. Seohyun harus bergegas untuk melanjutkan dengan aktifitas lainnya hari
ini. Ia pun kemudian berpamitan dengan teman-temannya.
“
Sampai ketemu lagi teman-teman”.
“
Iya sampai ketemu lagi..hati-hati dijalan”.
THE
END
Tidak ada komentar:
Posting Komentar