Jumat, 19 Desember 2014

Seohyun, The Great Maknae



Pagi-pagi sekali Seohyun sudah mempersiapkan diri untuk melakukan aktifitasnya. Hari ini ia akan berangkat ke Universitas Dongguk karena kebetulan sedang ada jadwal kuliah. Ia sangat bersemangat karena dikampus dia bisa bertemu dengan teman-teman lamanya. Selain itu, suasana kampus yang nyaman juga bisa melepaskan kepenatannya untuk sesaat.
            Setelah selesai melakukan persiapan ia pun berangkat. Karena hari ini akan ke kampus ia pun menanggalkan identitasnya sebagai member SNSD untuk sementara. Sehingga ia hanya tampil sederhana dan casual seperti layaknya mahasiswi lain. Ia ingin teman-temannya dikampus melihat dirinya sebagai Seo Joo Hyun[1] mahasiswi Dongguk, bukan sebagai Seohyun maknae[2] SNSD. Intinya, dia ingin diperlakukan sebagai gadis biasa dan tidak mau diistimewakan hanya karena identitasnya sebagai seorang selebriti.
“ Taksi...!”. Seohyun menyetop sebuah taksi yang kebetulan lewat.
“ Tolong ke Universitas Dongguk ya paman”. Ucapnya kemudian begitu masuk kedalam mobil.
“ Baik”. Jawab sang supir singkat. Ia tidak menyadari kalau gadis yang menjadi penumpangnya itu adalah seorang member dari national girlgrup Korea SNSD. Sang sopir tidak menyadari mungkin karena Seohyun memakai topi, sehingga wajahnya tidak terlalu terlihat jelas. Terlebih supir taksi pasti tidak akan menyangka kalau seorang superstar mau naik transportasi umum seperti ini.
            Namun,  sang supir tiba-tiba saja menduga kalau yang menjadi penumpangnya saat ini adalah seorang penyanyi. Hal itu dikarenakan ia mendengar suara Seohyun ketika baru saja mengobrol bersama temannya via telepon.
“ Sepertinya saya familiar dengan suara ini”. Ucap sang supir.
“ Maksud paman?”. Seohyun pura-pura bertanya walaupun sebenarnya ia tau kalau sang supir hampir menyadari identitasnya.
“ Iya, suara kamu seperti suaranya Seohyun SNSD. Apa kamu Seohyun SNSD?”. Tanya sang supir kemudian. Pertanyaan yang tentu membuat Seohyun kaget. Kaget karena ternyata seorang ahjusi[3] saja mengenal dengan sangat baik member-member SNSD bahkan hanya dari suara.
“ Betul paman, aku Seohyun SNSD. Kok paman bisa tau?”. Jawab Seohyun sambil tertawa ringan.
“ Jadi benar kamu adalah Seohyun SNSD?!. Ya Tuhan....mimpi apa saya semalam sehingga penumpang saya hari ini adalah seorang superstar idola”. Si paman supir taksi langsung heboh sendiri mengekspresikan rasa senangnya. Bahkan, saking senangnya bisa bertemu dengan Seohyun sang supir pun menggratiskan biaya taksinya. Namun Seohyun menolak dan tetap ingin membayar apa yang memang menjadi kewajibannya.
“ Tidak paman terima kasih, aku harus tetap bayar karena ini sudah kewajiban”.     Ucap Seohyun begitu mendengar tawaran dari paman supir taksi. Sekali lagi ia tidak mau identitasnya sebagai selebriti membuatnya memanfaatkan segala sesuatu termasuk membayar biaya taksi.
“ Oh ya ampun...., ternyata kamu tidak hanya cantik. Tapi juga sangat baik. Jujur, paman baru kali ini melihat ada selebriti besar seperti kamu mau naik taksi seperti ini. Terlebih, kamu tidak malu ngobrol bersama paman”.
“ Paman gak usah berlebihan seperti itu. Aku juga gadis biasa sama seperti yang lainnya”.
“ Baiklah kalau begitu, terima kasih banyak sudah bersedia menjadi penumpang taksi paman”.
“ Iya paman sama-sama, terima kasih”.
            Setelah membayar biaya taksi barusan Seohyun langsung masuk kedalam lingkungan kampusnya Universitas Dongguk.
***
            Cuaca hari ini sangat cerah dan hangat. Universitas Dongguk yang megah dengan bangunannya yang unik semakin terlihat indah dicuaca cerah seperti ini. Hal itu tentu saja membuat Seohyun semakin bersemangat. Terlebih, belajar adalah hal yang memang selalu menjadi prioritasnya dari dulu. Kesibukan sebagai seorang selebirit bukan alasan baginya untuk tidak belajar. Alhasil, ditengah jadwal aktifitasnya bersama SNSD yang sangat padat sekalipun, ia tetap tidak pernah absen menghadiri kuliah.
            Seohyun memang tergolong mahasiswi yang rajin. Bahkan menurut dekan fakultasnya, Seohyun dinilai sebagai mahasiswi yang memiliki motivasi tinggi dalam hal belajar. Selain itu, menurutu beliau juga ia adalah gadis yang memiliki kepribadian unik dan hati yang sangat tulus.
“ Seohyun...!”. Panggil seorang gadis berambut poni dengan switer merahnya. Gadis itu tidak lain adalah salah satu teman karib Seohyun dikampus. Kemudian, selain sigadis poni teman wanita lainnya juga datang menghampiri Seohyun.
“ Hallo teman-teman... apa kabar kalian semuanya?”. Seohyun memeluk satu persatu teman-teman baiknya itu.
“ Wah... Seohyun kamu terlihat makin cantik saja. Lihatlah betapa bersinarnya kamu”. Ucap teman Seohyun yang berambut poni.
“ Ah kalian ini, sudahlah jangan terus memuji seperti itu”.
“ Tapi sepertinya... kamu juga terlihat agak kelelahan”. Teman yang satunya lagi tidak mau ketinggalan untuk ikut berkomentar.
“Ah iya, mungkin semalam aku kurang tidur nyenyak”.  Jawab Seohyun.
            Obrolah hangat itu terus berlangsung sampai kemudian mereka masuk kelas untuk mulai kuliah. Hari ini jadwal kuliah Seohyun adalah intermediate acting class. Ia memang mengambil jurusan seni peran dikampusnya.
            Setelah selesai dengan jadwal kuliah, Seohyun menyempatkan makan siang bersama dengan teman-temannya di cafetaria kampus sebelum ia kembali dengan jadwal bersama dengan SNSD. Siang ini ia berniat akan mentraktir teman-temannya.
“ Siang ini aku traktir ya”.
“ Wah, yang benar?”.
“ Iya, sekali-kali gak apa-apakan?”.
“ Hore...makasih ya Seohyun”. Sorak teman -  teman Seohyun senang.
“ Iya sama-sama, kaliankan masih mahasiswi. Sedangkan aku sudah bekerja, jadi sudah sewajarnya aku mentraktir kalian”.
            Suasana cafetaria kampus siang itu sudah sangat ramai. Bahkan Seohyun dan teman-temannya harus rela mengantri untuk memesan makanan.
“ Seohyun, sepertinya banyak mahasiswa yang memperhatikan kamu tuh”. Bisik teman berambut poni.
“ Oh ya?”.
“ Iya. Sepertinya mereka sudah menyadari kalau kamu adalah Seohyun SNSD”.
            Seperti halnya peristiwa didalam taksi, ternyata di cafetaria kampus pun Seohyun tidak bisa menyembunyikan pesona bintangnya. Walaupun sudah memakai topi dan pakaian biasa sepeti teman-temannya, ia tetap saja terlihat menonjol diantara yang lain. Jadi wajar saja kalau kebanyakan mahasiswa selain teman-teman sekelasnya yang saat itu juga berada di caferaria memperhatikannnya.
Anyeonghaseyo, apakah kamu benar Seohyun SNSD?”. Tanya seorang mahasiswa yang tiba-tiba saja menghampiri Seohyun.
“ Hm..i iya”. Jawab Seohyun.
“ Hmm...bolehkan saya berfoto denganmu sebentar saja?”. Ucap si mahasiswa itu lagi. Sepertinya ia adalah salah satu fanboy SNSD.
“ Hm..boleh tentu saja”.
            Permintaan berfoto dari fans mahasiswa itu ternyata menjadi magnet buat fans lainnya. Alhasil, Seohyun pun dimintai tanda tangan atau sekedar berfoto. Jika saja teman-temannya tidak menyudahi itu, mungkin fans yang meminta tanda tangan semakin banyak.
“ Mohon maaf teman-teman semua, kami sekarang mau makan siang. Jadi foto-fotonya cukup dulu ya terima kasih”. Teman berambut poni langsung menarik Seohyun untuk mencari meja makan yang agak sepi diluar cafetaria.
“ Wah... kamu benar-benar populer. Aku tidak bisa membayangkan seandainya semua meember SNSD kuliah disatu kampus yang sama”.
“ Ah kamu hanya melebih-lebihkan”. Lagi-lagi Seohyun mencoba untuk merendah.
***
            Seohyun lahir sebagai seorang anak tunggal dari keluarga sederhana di Seoul pada tanggal 28 Juni 1991. Seohyun kecil adalah gadis yang lugu dan cantik. Ia terlahir dengan berjuta bakat terpendam. Hingga pada tahun 2003 saat usianya baru menginjak dua belas tahun, ia mengikuti sebuah audisi pencarian bakat SM Casting System. Sebuah ajang audisi yang diadakan oleh salah satu agensi hiburan besar Korea SM Entertainment untuk mencari bibit berbakat calon idol besar. Dari situlah bakatnya mulai terasah.
            Pada saat mengikuti casting itu, Seohyun diminta untuk menunjukan berbagai talent yang dimilikinya. Kebetulan Seohyun sangat senang bernyanyi dan pandai bermain piano klasik. Ia pun kemudian menunjukan kemampuan vokalnya sekaligus kepiawaiannya dalam memainkan tuts piano. Alhasil, bakatnya itupun membuat juri terkesima yang akhirnya menerima ia sebagai trainee di SM Entertainment.
            Keberhasilannya diaudisi itu kemudian Seohyun ceritakan kepada kedua orang tuanya. Beruntung, ayah dan ibu Seohyun sangat mendukungnya. Mereka percaya kalau anak semata wayangnya itu nanti akan menjadi seseorang yang besar dengan bakatnya itu.
“ Pergilah sayang, raih mimpimu. Kami akan selalu mendukung dan mendoakanmu”. Ucap sang ibu memberikan dukungan kepada Seohyun.
“ Makasih ibu, aku akan berusaha menggapai mimpiku untuk ibu”.
            Sejak menjadi trainee di SM Entertainment keseharian Seohyun langsung berubah. Ia seolah baru saja memulai kehidupan baru dengan teman-teman baru yakni sesama siswa pelatihan. Dibandingkan dengan saat ia belum menjadi trainee kesehariannya kini memang terasa lebih berat. Dulu ia masih bisa menikmati banyak waktunya untuk bermain setelah sekolah. Namun kini ia harus mengorbankan banyak waktu masa kecilnya untuk berlatih distudio tari, les vocal, les bahasa asing, dan budaya berbagai bangsa didunia. Berat, tapi Seohyun sudah bertekad dari awal untuk meraih cita-citanya dan pantang menyerah.
            Setiap perjuangan yang dilakukan sungguh-sungguh pasti selalu membuahkan sesuatu yang manis. Hal itu pulalah yang dialami Seohyun. Setelah menjalani pelatihan berat kurang lebih empat tahun ia pun akhirnya terpilih sebagai salah satu calon member dari mega proyek girlgrup SM Entertainment. Kemudian pada tahun 2007 ia bersama dengan delapan gadis terpilih lainnya debut sebagai satu kesatuan dalam sebuah grup bernama Girls Generation atau SNSD.
            Lalu apakah dengan debut tersebut perjuangannya lantas sudah selesai? Jawabannya adalah tidak. Justru perjuangan yang sesungguhnya baru saja ia mulai. Bahkan mungkin perjuangan ini lebih berat dibandingkan dengan ketika masih menjadi trainee. Terlebih, Seohyun adalah member termuda digrupnya. Artinya, ia benar-benar harus menjaga sikap karena delapan member lainnya lebih tua dari dirinya. Di Korea, perbedaan usia beberapa tahun saja mengharuskan ia menggunakan bahasa percakapan yang berbeda pula. Artinya di Korea ada tingkatan berbahasa yang didasari oleh perbedaan usia, gender, dan strata sosial. Itu baru dari bahasa, belum dari yang lain-lainnya.
            Namun ternyata, Seohyun termasuk beruntung sebagai seorang maknae[4] di SNSD. Pasalnya unnie-unnie[5] dia sangat baik, perhatian, dan sayang terhadapnya. Pernah suatu ketika saat Seohyun tampil live bersama SNSD ada satu oppa[6] yang terang-terangan mengatakan kalau Seohyun sangat seksi. Seohyun yang tidak suka dirinya dibilang seksi langsung menangis, alhasil si oppa yang bersangkutan pun langsung kena marah oleh semua member SNSD yang lain. Mereka mengingatkan kalau Seohyun tidak suka dibilang seksi.
            Disayang oleh kakak-kakaknya tidak menjadikan Seohyun sombong atau melunjak. Justru karena perhatian dari unnie­-unnienya itu ia menjadi lebih menghormatinya. Seohyun tidak pernah menggunakan bahasa informal setiap kali ngobrol bersama unnie-unnienya. Dia selalu menggunakan bahasa formal. Ia juga merupakan member paling disiplin dan paling rajin. Seohyun selalu bangun lebih awal dari pada yang lainnya. Bahkan ia kerap menjadi alarm hidup yang selalu membangunkan unnie-unnienya.
“ Aku personel termuda di SNSD. Karena itu aku selalu bangun lebih dulu dan harus membangunkan unnie-unnieku. Waktu aku menyalakan lampu, Yuri unnie akan memintaku untuk mematikan lampunya lagi. Kalau Tiffany unnie akan mengatakan ‘aku bangun sebentar lagi’ tapi dia tidak bangun-bangun juga. Sooyoung unnie yang paling mudah untuk dibangunkan. Tapi ada sesuatu yang menyakitkan hatiku waktu ia berkata seperti ini, ‘aku tahu (jam bangun), tapi kenapa kamu tidak urus dirimu sendiri saja’.[7]
            Kehidupan penuh warna tangis dan tawa ia jalani bersama dengan delapan member lainnya diSNSD. Debut sebagai sebuah grup baru memberikan tantangan tersendiri bagi Seohyun dan rekan-rekannya. Namun mereka dari awal sudah komitmen untuk terus berjuang bersama-sama saling mendukung dan mensupport satu sama lain. Seohyun sangat menikmati step by step perjuangan karirnya itu.
***
“ Aku tidak melebih-lebihkan. Kamu sangat populer dan kamu memang pantas mendapatkan itu semua. Seohyun, sebagai teman baik aku tahu betul perjuangan kamu”. Gadis berambut poni menggenggam erat tangan Seohyun dan menatapnya hangat. Tergambar jelas kalau ia sangatlah bangga dengan teman baiknya itu.
“ Terima kasih selama ini kalian terus mendukungku. Aku bukanlah siapa-siapa tanpa kalian”.
            Tak terasa waktu sudah lewat tengah hari. Seohyun harus bergegas untuk melanjutkan dengan aktifitas lainnya hari ini. Ia pun kemudian berpamitan dengan teman-temannya.
“ Sampai ketemu lagi teman-teman”.
“ Iya sampai ketemu lagi..hati-hati dijalan”.

THE END


[1] Nama asli Seohyun SNSD
[2] Member termuda dalam sebuah grup/kelompok
[3] paman
[4] termuda
[5] Kakak-kakak
[6] Sebutan untuk kakak laki-laki
[7] Cuplikan kalimat ditalk show Happy Together

Tidak ada komentar:

Posting Komentar