Mercedes Benz SLK200 AMG Roadster silver[1]
terparkir elegant didepan sebuah gedung salah satu stasiun tv ternama Korea.
Semua staff didalam gedung mewah itu tau kalau luxury car itu adalah milik salah satu leader girlgrup ternama
Korea Selatan Girls Generation. Ya, siapa lagi leader girlgrup itu kalau bukan
Kim Taeyeon atau biasa dipanggil Taeng. Hari ini Taeyeon memang tengah menghadiri
sebuah acara talk show sebagai bintang tamu. Ia hadir sendirian tanpa delapan
rekannya karena memang acara ini khusus untuk leader.
Jauh sebelum acara dimulai kehadiran
Taeyeon sudah menjadi pusat perhatian berbagai kalangan mulai dari fans sampai
media. Mereka rela berdesak-desakan hanya untuk melihat lebih dekat leader Girls
Generation itu. Posisi Girls Generation sebagai girlgrup nomer satu Korea
membuat popularitas membernya melonjak bagai roket. Terlebih posisi Taeyeon
sebagai vocalis utama sekaligus leader.
“
Taengoo..., saranghaeyo...”. Teriak salah satu fans yang sedari tadi berdesak
desakan. Ditangannya tergenggam kipas bergambar Taeyeon. Fans itu terlihat
sangat bahagia bisa melihat idolanya lebih dekat. Terlebih Taeyeon sempat
membalas senyum kearahnya. Ketika ditanya media mengapa dia begitu ngefans
dengan Taeyeon, dengan tegas ia menjawab “Dia
adalah leader girlgrup terbaik yang pernah ada. Aku sangat kagum kepadanya”.
Taeyeon memang selalu memenangkan
polling sebagai leader girlgrup terfavorit di Korea. Kepribadiannya yang unik membuat
ia lebih populer dibandingkan leader girlgrup lainnya. Bahkan ia pun diidolakan
dan sangat disegani oleh rekan-rekannya di Girls Generation. Disatu sisi dia
sangat charming dan disisi lain ia
pun tegas. Jika Taeyeon sudah berbicara, maka sudah dipastikan member lain akan
diam dan langsung mendengarkannya. Dia dijuluki kid leader tapi sangat berkharisma. Itulah mengapa ia begitu sangat
populer. Ada satu kejadian saat Girls Generation perform Taeyeon mengalami
cidera kaki. Tapi bukannya istirahat Taeyeon malah tetap memaksakan diri untuk
terus tampil dilagu berikutnya. Ketika ditanya mengapa memaksakan diri, dengan
tenang ia menjawab “aku leader kalian”.
Taeyeon sebenarnya tidak pernah
menyangkan akan menjadi seorang superstar. Dia juga tidak pernah membayangkan
akan menjadi seorang gadis yang dikagumi banyak orang. Bahkan tidak pernah
sedikit pun terlintas dibenaknya kalau dirinya kini bisa memiliki mobil mewah
milyaran won. Ya, ia tidak pernah membayangkan semua itu karena memang dirinya
dulu hanyalah anak dari keluarga biasa disebuah daerah paling selatan Korea
yaitu Jeonju.
***
Kim Taeyeon adalah anak kedua dari
tiga bersaudara. Ia memiliki seorang kakak laki-laki dan seorang adik
perempuan. Ayah dan ibunya memiliki sebuah toko kacamata kecil didaerah tempat
tinggalnya. Dari toko kacamata itulah ia dan kedua saudaranya dibesarkan.
Dimasa kecilnya Taeyeon adalah gadis
yang sangat tomboy. Karena dia lebih banyak bermain bersama kakaknya dimana
teman-temannya kebanyakan laki-laki. Tapi walaupun tomboy dia adalah gadis yang
sangat manis dan cute.
“
Taeyeon-a, kamu jangan sering – sering main sama kakak. Nanti kamu jadi anak
gadis yang tomboy”. Ucap Kim Jiwoong sang kakak.
“
Terus aku harus main sama siapa kak?”.
“
Ya mainlah sama teman-teman gadis kamu”.
“
Tapi aku lebih senang main sama kakak”.
Percakapan kecil seperti itu kerap
terjadi antara Taeyeon dan kakaknya. Tapi pada prakteknya Taeyeon tetap saja
bermain bersama sang kakak.
Seiring berjalannya waktu Taeyeon
kecil tumbuh menjadi gadis remaja yang sangat manis. Perlahan sifat tomboynya
pun mulai hilang. Sejak itu pulalah bakatnya sebagai calon bintang besar mulai
terlihat. Terlebih, saat dirinya unjuk kebolehan menyanyi disebuah acara
keluarga. Dimana saat itu semua anggota keluarganya berkumpul termasuk paman
dan bibinya.
“
Sayang, suara kamu bagus sekali. Apa kamu punya cita-cita menjadi seorang
penyanyi?”. Tanya sang paman yang saat itu terkagum-kagum dengan suara emas
Taeyeon.
“
Sebenarnya aku ingin menjadi guru matematika paman”. Jawab Taeyeon sekenanya
yang kemudian langsung disambut sorak sorai anggota keluarga lain. Ya, bagi
Taeyeon menjadi guru adalah profesi yang sangat mulia. Itulah mengapa ia sangat
ingin menjadi guru.
“
Guru matematika? Kenapa gak menjadi penyanyi saja?”. Tanya pamannya lagi sambil
tersenyum hangat. Ia percaya kalau ponakan kesayangannya itu kelak akan menjadi
bintang besar Korea dengan bakatnya itu. Ya, Taeyeon menuruni bakat sang ayah
yang memang dulunya adalah seorang vocalis band sekolah. Selain itu sang ibunda
pun juga merupakan sosok yang memiliki bakat menyanyi. Ibunda Taeyeon pernah
menjuarai Children Song Competition
saat masih kecil.
“ Tapi...apa benar suara aku bagus paman?”. Ucap
Taeyeon dengan aksen polosnya.
“
Untuk apa paman bohong. Tapi..., cita-cita dan masa depan tetap ada ditangan
kamu. Kamu yang menentukan. Paman hanya yakin dan percaya kalau kamu kelak akan
menjadi seorang yang dibanggakan”. Taeyeon tersenyum bahagia mendengar dan
melihat tatapan tulus pamannya itu. Ucapan pamannya itu seolah-olah membuka
lembaran-lembaran mimpinya. Ya, dari sejak kecil sebenarnya Taeyeon sudah
bermimpi ingin membahagiakan dan bisa membanggakan orang tuanya suatu saat
nanti. Hanya saja saat itu dia masih terbelenggu rasa ragu. Tapi kini, setelah
mendengar ucapan pamannya ia kembali membuka mimpinya. Terlebih saat Taeyeon
disuatu kesempatan melihat ibunya sedang menonton sebuah acara talk show
ditelevisi. Bintang tamu diacara itu adalah seorang penyanyi yang menjadi diva
Korea. Sang ibu terlihat sangat mengagumi sang diva tersebut.
“ Ibu nonton apa
sih? Kayaknya seru banget”. Tanya Taeyeon pura-pura tidak tahu.
“
Ibu lagi nonton talk show. Lihat deh, bintang tamunya Baek Ji Young”.
“
Dia itu diva ya bu?”.
“
Iya sayang. Dia adalah diva kebanggaan Korea”.
SM 8th Annual Best Contest 2004
adalah langkah awal Taeyeon meraih mimpinya. Tak tanggung-tanggung, diajang itu
Taeyeon langsung meraih juara satu. Juri pencari bakat diajang itu begitu
terpesona dengan kemampuan vocal Taeyeon. Alhasil, ia pun langsung ditawari
menjadi siswi pelatihan atau trainee
disalah satu agensi hiburan terbesar Korea SM Entertainment.
Awalnya Taeyeon masih ragu, karena dengan mengikuti
pelatihan berarti dirinya harus pergi ke Seoul dan itu berarti dirinya akan
jauh dari keluarga. Ia akan sangat jarang bertemu dengan ayah ibunya dan kedua
saudaranya. Tentu itu sangat berat bagi Taeyeon. Namun, ia tidak mau kalah oleh
perasaan berat itu. Cita-cita dan mimpinya harus tetap terwujud seberat apapun
rintangannya. Ia bertekad ingin menjadi penyanyi kebanggaan Korea kelak. Ia
ingin menjadi Baek Ji Young masa depan yang nanti akan menjadi kebanggan
ibundanya.
***
Kota Seoul adalah sejarah baru bagi
kehidupan Taeyeon. Dikota inilah ia menjalani keseharian sebagai trainee SM Entertainment. Sebuah
pelatihan yang akan menjadikannya idola masa depan Korea. Disini ia berlajar
berbagai macam talent diluar study
formal disekolah. Mulai dari les vocal, dance, acting, broadcasting, les bahasa
asing, dan belajar budaya berbagai bangsa didunia. Semua itu dijalani Taeyeon
dengan penuh semangat dan kerja keras pantang menyerah.
Berat dan sangat melelahkan, itulah
yang kadang dirasakan oleh Taeyeon dalam menjalani pelatihan. Wajar, karena
disaat remaja lain seusianya bisa bermain seusai sekolah, Taeyeon justru harus
bergelut dengan jadwal padatnya sebagai trainee.
Entah sudah berapa banyak tenaga, keringat, dan waktu yang harus dikorbankannya
demi menjalani semua itu. Tapi lagi-lagi mimpi besar selalu menguatkannya.
Cita-citanya untuk mengangkat derajat orang tua kembali terngiang dibenaknya.
Namun, sekuat apapun batu karang ada
kalanya terkikis deburan ombak besar. Begitupun yang dirasakan Taeyeon.
Pelatihan berat membuatnya letih dan kelelahan. Jika sudah begitu, dirinya
kerap rindu dengan orang tua. Sehingga disuatu kesempatan Taeyeon nekad mengepak
semua barangnya dan pulang ke kampung halamannya di Jeonju. Rekan-rekan sesama trainee saat itu sempat melarangnya
untuk pergi, tapi usaha mereka gagal. Beberapa diantaranya bahkan khawatir
kalau Taeyeon tidak akan kembali lagi. Mereka takut dengan kepergian Taeyeon
target debut mereka tidak akan tercapai. Apalagi saat itu Taeyeon sudah diplot
menjadi salah satu calon dari dua belas member untuk mega proyek girlgrup SM
Entertainment.
Namun pucuk dicinta ulam pun tiba.
Keesokan harinya ternyata Taeyeon datang kembali keasrama. Rekan-rekan Taeyeon
begitu menyambut gembira kedatangannya itu. Sejak itu Taeyeon pun terlihat
lebih semangat dari sebelumnya.
“
Kami sangat senang akhirnya unnie
kembali. Kami tidak bisa membayangkan
seandainya unnie benar-benar tidak
kembali”. Ucap salah satu rekan trainee Teayeon
yang termuda.
“
Terima kasih atas dukungan kalian. Mulai saat ini, aku akan berjuang lebih
keras bersama kalian. Maaf aku sudah membuat kalian khawatir”.
Hari demi hari Taeyeon jalani dengan
semangat tinggi. Kehadiran rekan-rekannya diasrama trainee bagaikan keluarga baru baginya. Ia bisa kenal dan dekat
dengan berbagai macam karakter. Bahkan beberapa rekannya ada yang berasal dari
luar Korea. Sebut saja Stephanie Hwang atau akrab dipanggil Tiffany yang
berasal dari Los Angeles Amerika Serikat. Kebetulan Tiffany adala roomate Taeyeon selama menjalani trainee.
Tiga tahun berlalu, saat-saat yang
paling dinantikan Taeyeon pun akhirnya datang. Pada tahun 2007 ia bersama
delapan rekannya pun debut sebagai sebuah girlgrup bernama So Nyeo Shi Dae atau dalam bahasa inggris bernama Girls Generation.
Girlgrup yang awalnya direncanakan berjumlah dua belas orang itu, pada akhirnya
hanya sembilan yang bertahan. Dua diantara mereka gugur saat trainee dan satu orang mengundurkan
diri. Taeyeon didaulat sebagai pemimpin atau leader untuk Girls Generation.
Debut sebagai sebuah grup baru
merupakan lembaran baru lagi untuk Taeyeon. Terlebih posisinya adalah sebagai
seorang leader. Ia mempunyai tanggung jawab lebih besar dibandingkan
rekan-rekannya yang lain. Tapi ia menganggap semua itu bukan sebagai beban,
melainkan sebagai tantangan baru bagi hidupnya. Itulah mengapa dari awal debut
sebagai rokie[2]
hingga kini menjadi national girlgrup[3]
Taeyeon dianggap sebagai leader paling bersinar.
***
Acara talk show yang menghadirkan
Taeyeon sebagai bintang tamunya masih berlangsung. Namun sang idola tidak
menyangka kalau crew acara itu tengah menyiapkan surprise untuknya. Ditengah berjalannya acara tiba-tiba Taeyeon
dikagetkan dengan kehadiran ibunda dan kakak tercintanya. Ia benar-benar tidak
menyangka kalau crew akan menghadirkan keluarganya. Taeyeon yang masih surprise itu langsung memeluk ibundanya
dengan penuh cinta.
“
Bagaimana perasaanmu Taeyeon?”. Tanya sang pembawa acara kemudian.
“
Wow..., i’m really surprised. Aku
benar-benar bahagia dengan kejutan ini”. Jawab Taeyeon sambil memegang tangan
ibundanya.
“
Ibu sendiri bagaimana perasaanya melihat Taeyeon saat ini?”. Tanya pembaca
acara pada ibunda Taeyeon.
“
Saya bangga, sangat bangga. Sejak kecil Taeyeon memang sudah menjadi anak yang
luar biasa bagi saya. Dan saya sangat bahagia dianugrahi anak-anak yang luar
biasa. Taeyeon sudah menjadi adik yang baik untuk kakaknya dan juga menjadi
kakak yang baik untuk adik perempuannya”.
“
Taeyeon tinggal jauh dari orang tua sejak usia belia, bagaimana perasaan anda
saat itu?”. Tanya pembawa acara lagi”.
“
Tentu saja rindu, sangat rindu. Sebelum dia pindah ke Seoul untuk menjalani
pelatihan, suasana rumah begitu sangat berwarna. Karena dia sering bernyanyi
untuk kami keluarganya. Tapi setelah itu, seperti ada sesuatu yang kurang. Tapi
Taeyeon memang gadis yang memiliki mimpi dan tekad yang sangat kuat. Itulah
mengapa kita selalu berusaha untuk mendukungnya”.
“
Taeyeon katanya pernah kabur dari asrama saat masih menjalani pelatihan. Lalu
bagaimana reaksi anda begitu melihat kehadiran Taeyeon yang tiba-tiba
dirumah?”.
“
Iya, Taeyeon pernah pulang ke Jeonju tanpa ada pemberitahuan sebelumnya. Tentu
saja itu membuat kami bertanya-tanya. Karena biasanya Taeyeon selalu memberikan
kabar”. Kakak Taeyeon Kim Jinwoong mewakili ibundanya menjawab.
“
Dan ketika kami tanya kenapa dan ada apa? Taeyeon hanya menjawab ‘aku sangat
lelah dan sangat rindu kalian’. Lalu aku pun memeluknya”. Lanjutnya lagi.
“
Saat itu aku memang merasa sangat kesulitan. Itulah mengapa akhirnya aku
mengepak semua barangku dan pulang kerumah. Aku menginap semalam, lalu kembali
ke asrama keesokan harinya”. Jawab Taeyeon menambahkan.
“
Apa yang ingin ibu katakan kepada Taeyeon sebelum acara ini ditutup, silahkan”.
Pembawa acara kembali memberikan kesempatan kepada ibunda Taeyeon untuk
memberikan ucapan penutup.
“
Dari dulu saya sangat suka menonton acara talk show seperti ini. Apalagi yang
menjadi bintang tamunya adalah diva Korea saa itu. Dan sekarang, yang menjadi
diva Korea adalah putri saya sendiri. Saya benar-benar tidak bisa mengungkapkan
perasaan bahagia saya”.
“
Gomawoeusoyo eoma. Nae jeongmal
bogoshipoeusoyo[4]”.
Ucap Taeyeon seraya memeluk ibundanya.
Dalam menggapai sebuah mimpi dan
cita-cita besar memang tidaklah mudah. Kita harus berjuang keras pantang
menyerah untuk bisa menggapai semuanya itu. Jika kita ingin melihat keindahan
matahari terbit dipuncak gunung, tentu kita harus mendaki terlebih dahulu. Jika
kita menginginkan mutiara, kita pun harus berjuang menyelam. Tidak ada sesuatu
yang tidak mungkin jika kita berusaha dengan tulus untuk terus menggapainya.
Kim Taeyeon sudah membuktikan semua itu pada keluarganya dan juga kepada
seluruh penggemarnya didunia. Dulu dia hanyalah anak dari seorang pemilik toko
kacamata kecil. Tapi sekarang dia sudah bisa membelikan sebuah toko kacamata
mewah dan sebuah apartement mewah bernilai 400 juta won atau setara dengan 3,2
milyar rupiah untuk orang tuanya. Tidak ada sesuatu yang tidak mungkin.
THE
END
Notes: Lahirnya sesuatu yang besar pasti
dilatarbelakangi sesuatu yang besar pula. Bagi Taeyeon, ibundanya adalah
sesuatu yang besar itu. (dedicated
for Mother’s Day)
Created By: Soneboy
Tidak ada komentar:
Posting Komentar